Siang itu, di ruang rapat Pengadilan Agama (PA) Muara Enim, tampak para hakim PA Muara Enim berkumpul dan berbincang serius di ruangan yang terletak di sudut kanan lantai II gedung PA Muara Enim ini. Sebagai mana agenda yang sudah berjalan sebelumnya, bahwa diskusi hukum IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia) PA Muara Enim dilaksanakan setiap hari selasa siang pada minggu pertama setiap bulannya.

Diskuri rutin tersebut berasaskan dari kita-untuk kita, yakni dari hakim dan untuk hakim PA Muara Enim itu sendiri. Pemateri dijadwalkan oleh para hakim, materi juga disusun berdasarkan kebutuhan yang paling sesuai dengan bidang perkara-perkara yang ditangani oleh PA Muara Enim itu sendiri. Dan pada kesempatan kali ini pemateri Diskusi Hukum adalah Dodi Alaska Ahmad Syaiful, S.H.I. (Hakim PA Muara Enim) yang mengupas tema Sidang Pemeriksaan Setempat (Descente) atau yang sering disingkat PS.

Menurut Pak Dodi, meskipun PS itu sudah sering dipraktekkan dalam penanganan sehari-hari, akan tetapi masih banyak hal teknis yang perlu untuk didiskusikan demi mendapatkan formulasi yang paling sesuai dengan kebutuhan PS di PA Muara Enim ini sendiri. Misalnya dengan pertanyaan, apakah semua perkara yang berkaitan dengan karta (kebendaan) itu haru di lakukan PS, atau kapankan waktu yang paling ideal untuk melakukan PS?? jawabannya akan sangat beragam dan penting untuk didiskusikan.

Diskusi Hukum yang sangat hangat itu dipimpin oleh mederator Bakhtiar, S.H.I., M.H.I. (Hakim PA Muara Enim) yang sangat lihai dalam melakukan lemparkan-lemparan bahan diskusi yang sangat panas, sehingga selalu mendapat sambutan pendapat-pendapat hukum yang takkalah panas pula dari para hakim yang mengikuti diskusi pada siang hari itu.

Suasa Diskusi itu sendiri, selain hangat dengan canda dan tawa, juga sangat lekat dengan nilai-nilai budaya bangsa  dan kearifan lokal. Hal itu dapat dilihat dengan konsep diskusi yang cair namun tetap formal. Ada pemateri, ada moderator dan ada peserta yang sewaktu-waktu dapat melempar dan menyambut pendapat yang lainnya. Dan yang takkalah pentingnya adalah, sepanjang diskusi, baik pemateri maupun peserta dapat sambil menikmati sajian makanan tradisional berupa Singkong Rebus, Kacang Rebus, bahkan Pisang Rebus. Materi Hukum terkupas, Kacang Rebus juga habis dikupas.

 

Hakim, Kabupaten muara enim, Pa muara enim, Pengadilan agama

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

2 3 0 2 9
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
32
62
23029
0
1714
2787
23029
IP Anda : 54.224.2.123
2018-07-21 15:55